NADIKABAR.COM — Kemajuan dunia dalam mencapai 23 target yang bertujuan menghentikan dan membalikkan laju kehilangan keanekaragaman hayati pada 2030 tengah menjalani peninjauan global pertama dalam konferensi tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibuka pada Senin di Yerevan, Armenia.
Pertemuan ke-17 Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity/CBD COP17) akan berlangsung hingga 30 Oktober dengan tema “Taking Action for Nature” atau “Bertindak untuk Alam”.
Pertemuan tersebut menandai titik tengah antara pengesahan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal pada 2022 dan tenggat pencapaiannya pada 2030.
Laporan terbaru PBB yang dirilis saat konferensi dibuka menunjukkan bahwa hampir 90 persen negara pihak telah menetapkan target keanekaragaman hayati nasional dan lebih dari 70 persen telah menyampaikan laporan kemajuan. Namun, kurang dari separuh target nasional yang dinilai oleh pemerintah saat ini berada pada jalur yang tepat untuk tercapai.
Perundingan di Yerevan akan berfokus pada percepatan pelaksanaan, mobilisasi pendanaan, penguatan panduan ilmiah, serta peningkatan keterlibatan masyarakat adat dan komunitas lokal.
“Tujuan utama pertemuan ini dapat dirumuskan sebagai penilaian ulang terhadap apa yang telah dilakukan sejauh ini, penentuan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya, serta penataan kembali bidang-bidang yang kemajuannya masih belum memadai,” kata Profesor Dogan Yasar, anggota kelompok kerja lingkungan, keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim pada Akademi Ilmu Pengetahuan Turkiye, kepada Anadolu.