NADIKABAR.COM — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat kerja sama dan hubungan dengan Mesir, khususnya Al-Azhar yang terdapat ribuan kader Nahdhatul Ulama (NU) yang sedang belajar di kampus di Al-Azhar Kairo.
“PBNU ke depan akan memperkuat kerja sama dengan Al-Azhar dan Mesir,” kata Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, saat ini terdapat banyak alumni Al-Azhar yang memimpin pesantren yang berada di bawah naungan NU dan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat yang sangat strategis.
"Ke depan perlu dirumuskan kerja sama-kerja sama strategis dengan Al-Azhar, Kementerian Wakaf Mesir, dan Dar Ifta, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul untuk NU," kata dia.
Sebagai informasi terdapat lebih 20.000 mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Al-Azhar Kairo.
Sementara Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia Yasser Elshemy mengucapkan selamat kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz atas amanah menjadi Ketua Umum PBNU yang baru.
Menurut dia, PBNU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia yang memiliki pandangan sama dengan Al-Azhar yaitu bergerak dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dakwah Islam dengan cara membawa dan menyebarkan nilai-nilai wasatiyyat Islam dan tasamuh.
Ia menyambut baik penguatan kerja sama yang mencakup segala aspek, karena Indonesia dan Mesir memiliki sejarah hubungan yang sangat baik dan kuat.
"Mesir dan Indonesia memilik hubungan yang sangat kuat sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini," Dubes Yasser Elshemy.
"Saat ini Mesir telah memberikan beasiswa kepada PBNU, sejumlah 30 beasiswa penuh untuk setiap tahunnya kepada PBNU," tambahnya.