NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gus Gudfan Arif mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mencopot AKBP Andhika Dharma Sena dari jabatan Kapolres Sukoharjo buntut penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Gudfan mengatakan Polri responsif dan terbuka dengan keluhan masyarakat.
"Kami mengapresiasi Kapolri yang sangat responsif dan terbuka terhadap saran, kritik, serta keluhan masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa Polri tidak menutup diri terhadap evaluasi, terutama dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan," kata Gus Gudfan dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Gus Gudfan menyampaikan terima kasih dan dukungan atas pemeriksaan AKBP Andhika Dharma ke Mabes Polri. Ia mengatakan langkah tersebut sebagai komitmen pembenahan internal.
"Kami menyampaikan terima kasih dan dukungan kepada Bapak Kapolri yang telah mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat terkait. Ini menunjukkan kesungguhan Polri dalam melakukan pembenahan internal tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat," ujar dia.
Menurut Gus Gudfan, kebijakan yang diambil Kapolri menunjukan slogan institusi tersebut yang berjalan seiringan dengan masyarakat. Ia berharap pemeriksaan terhadap anggota Polri transparan tanpa adanya intervensi.