NADIKABAR.COM — PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar kegiatan Merah Muda Fest Mabar Padel di salah satu lapangan padel di Kota Bandar Lampung Dalam rangka merayakan 98 tahun Sumpah Pemuda, Jumat

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, yang memimpin rombongan DPP ke Lampung, menyampaikan pesan senada dari Jakarta. Menurutnya, partai tidak boleh menunggu anak muda datang ke ruang partai, tetapi harus hadir di tempat anak muda berkumpul.

"Anak muda tidak boleh gagap menghadapi zaman, termasuk zaman olahraga dan gaya hidup baru seperti padel. Partai harus hadir di ruang itu," kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan, tema "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan" bukan sekadar slogan yang dipasang di spanduk.

"Slogan itu hidup ketika anak muda dari latar berbeda bertemu di satu lapangan, dengan aturan main yang sama," ujarnya.

Kegiatan itu diikuti lebih dari 50 anak muda yang datang sebagai peserta Merah Muda Fest Mabar Padel. Mereka mengenakan kaus khusus bertuliskan "Fun Padel Merah Muda Fest".

Jajaran DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, dipimpin sang ketua Sri Winarti dan Sekretarisnya Palgunadi, ikut hadir di acara itu. Tampak pula M. Guntur Romli, Kepala Tim Komunikasi Politik dan Strategi Media DPP PDI Perjuangan.

Acara itu digelar menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda dengan tema "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan". Merah Muda Fest sendiri merupakan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda yang digelar PDI Perjuangan.

Di tengah kegiatan, Winarti tampak hadir bersama Guntur Romli. Keduanya menyapa peserta satu per satu dan ikut berbaur. Semangatnya kemudian dilontarkan lewat yel-yel "Muda berani!" yang dipekikkan berulang-ulang, saling bersahutan di antara lapangan.

Kepada para anak muda itu, Winarti menyampaikan apresiasi atas kehadiran mereka. Baginya, padel bukan sekadar olahraga, melainkan ajang menjaga sportivitas khas anak muda.

"Mari kita kuatkan semangat sportivitas kita," kata Winarti.

Sportivitas itu, kata dia, punya arti yang lebih luas dari sekadar mengakui kekalahan di lapangan. Ia menyebut nilai itu sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda: kesediaan bertemu, bermain dengan aturan yang sama, dan menghargai lawan.

Senada dengan itu, Guntur Romli menilai padel sebagai olahraga yang tumbuh dari bawah, dari kebiasaan anak muda sendiri, bukan dari program partai.

"Padel ini olahraga yang tumbuh dari anak muda, bukan dari partai. Karena itu kami datang ke sini, untuk bertemu mereka di ruang yang mereka pilih sendiri," kata Romli.

Kegiatan di lapangan padel itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan DPD PDI Perjuangan Lampung yang berpuncak pada konsolidasi internal. Rencananya, kader partai dari seluruh Provinsi Lampung berkumpul pada malam nanti.

Rombongan DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto akan mengisi sesi konsolidasi yang dilakukan secara tertutup. Hasto dijadwalkan mengisi sesi itu bersama Iman Suhirman, yang merupakan bagian dari tim data internal PDI Perjuangan.