NADIKABAR.COM — PDIP mencabut dukungan terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. PDIP memastikan mencabut dukungan bagi siapapun yang melakukan pelanggaran.
"Setelah terpilih sudah tidak ada komunikasi," kata Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Komarudin mengatakan PDIP memiliki tradisi untuk mencabut dukungan terhadap pihak yang didukung partai jika melakukan pelanggaran disiplin organisasi. Pelanggaran tersebut, termasuk tindak pidana korupsi maupun pelanggaran etik seperti asusila.
"Tapi terlepas dari itu, kalau kita biasa tradisi di PDIP Perjuangan siapa itu kan siapa pun kalau didukung atau dia kader maupun tidak kader, kalau didukung, kemudian melakukan pelanggaran disiplin organisasi, terutama soal korupsi atau membuat pelanggaran etik disiplin seperti masalah asusila dan seterusnya, ya kita cabut dukungan," jelasnya.
"Kalau anggota, ya kita pecat. Tapi kalau dia tidak beranggota partai, hanya kita mengusung, kita cabut dukungan," sambung dia.