NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bidang Pemuda dan Olahraga Eri Cahyadi menyebut Soekarno Run di Blitar digelar pihaknya partainya bukan semata urusan elektoral, seperti upaya menggaet pemilih muda.

Menurut ia, kegiatan itu diniatkan untuk membangkitkan semangat perjuangan ke generasi penerus, seperti peristiwa Rengasdengklok dalam memproklamasikan Indonesia.

"Ada peristiwa Rengasdengklok. Ketika semua Rengasdengklok itu memaksa untuk presiden melakukan proklamasi, menyatakan proklamasi di tanggal 17 Agustus, karena itulah perjuangan ini, bangsa ini tidak bisa dan tidak boleh berhenti," kata Eri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pagi ini menggelar Soekarno Run di Blitar yang dimulai pukul 05.00 WIB dengan kategori lomba 5 dan 10 kilometer.

Eri mengungkapkan Soekarno Run digelar agar pemuda bisa mewarisi semangat Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.

"Bagaimana kita para pemuda, kita semuanya yang ikut lari dalam Soekarno Run ini, bisa mewarisi api perjuangan dari Soekarno," ujarnya.

Eri melanjutkan Soekarno Run di Blitar digelar dalam rangka PDIP meneruskan perjuangan para pahlawan mengisi kemerdekaan.

"Dengan keberanian memulai kebaikan, punya semangat untuk mencapai tujuan, dan pantang menyerah untuk menebar kebaikan," kata pria yang disapa Cak Eri itu.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyebut Soekarno Run yang diselenggarakan di wilayahnya bakal diikuti hampir 5 ribu peserta.

"Alhamdulillah sesuai laporan daripada panitia, ini menyentuh angka 4.200. Hampir 5.000 sebetulnya, tetapi kita tutup," ujarnya.

Rijanto merasa yakin Soekarno Run di Blitar bakal menghidupkan perekonomian wilayah, karena banyak peserta datang dari luar kota.

"Insyaallah apa yang kita lakukan ini akan membawa manfaat yang luar biasa bagi perkembangan masyarakat Blitar Raya, terutama ekonomi dan pembinaan generasi mudanya," katanya.

Selain itu, lanjut dia, PDIP ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, sehingga menggelar berbagai acara olahraga seperti Soekarno Run dan Soekarno Cup.

"Contoh di Soekarno Cup, ada anak muda yang dari Banyuwangi ketika dia tidak memiliki sepatu, tidak memiliki tempat uang untuk berlatih, tetapi skill-nya sangat luar biasa. Hari ini mereka bisa bermain di Liga 3," ujarnya.