NADIKABAR.COM — Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang Kerja Sama dan Investasi Kapasitas Industri diselenggarakan di Kota Tianjin, China utara, dengan berfokus pada peningkatan struktur industri Indonesia, pengembangan kawasan industri hijau, serta lokalisasi perusahaan-perusahaan China.
Seiring dengan berlanjutnya implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN ke Versi 3.0, perusahaan-perusahaan China secara bertahap beralih dari sekadar perdagangan dan ekspor produk menjadi masuk ke kawasan industri, produksi lokal, kolaborasi rantai industri, serta operasional jangka panjang.Acara tersebut diselenggarakan oleh Bedford Square Group (BSG) dan dihadiri perwakilan pemerintah dan kalangan bisnis, serta para perwakilan dari lembaga promosi investasi Indonesia, organisasi pengusaha, kawasan industri, perusahaan infrastruktur, dan lembaga layanan profesional, untuk membahas masuknya perusahaan ke kawasan industri, investasi manufaktur, infrastruktur hijau, pengembangan infrastruktur digital, serta operasi jangka panjang.Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia (Indonesia Investment Promotion Center/IIPC) Beijing, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizaldi Indra Janu, mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan hilirisasi industri, energi hijau, dan manufaktur, sembari meningkatkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta kebijakan fasilitasi investasi. Perusahaan-perusahaan China telah menjadi mitra investasi penting bagi Indonesia, dan kedua belah pihak masih memiliki ruang kerja sama yang sangat luas di bidang manufaktur, energi baru, infrastruktur, serta kolaborasi rantai industri.Sumadi Kusuma, pendiri, presiden direktur, sekaligus CEO Global Putra International Group (GPI), yang juga Ketua Penyantun Abadi Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), dalam sambutannya menyatakan bahwa seiring dengan semakin mendalamnya kerja sama ekonomi dan perdagangan China -Indonesia, perusahaan-perusahaan China sedang mempercepat peralihan mereka dari perdagangan tradisional menuju investasi industri, lokalisasi manufaktur, serta kolaborasi rantai pasokan.