NADIKABAR.COM — Gelombang protes terkait tata kelola pasar tradisional terjadi di Kabupaten Jember. Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember bersama pedagang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Jember.
Massa mengecam penataan lapak yang tidak transparan serta maraknya pedagang liar yang merugikan pedagang resmi. Wakil Ketua Bidang Politik GMNI Jember, Muhammad Faizin, menuntut komitmen nyata dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Kami menuntut ketegasan Pemkab Jember untuk membenahi tata kelola pasar yang berkeadilan. Jangan sampai ada pembiaran dan tebang pilih aturan yang berujung pada kerugian pedagang kecil," kata Faizin di lokasi aksi, Selasa (15/9/2026).
Kesemrawutan tersebut dinilai berdampak langsung pada merosotnya pendapatan pedagang, khususnya di lantai dua. Faizin mendesak Pemkab Jember segera mengambil langkah konkret demi kejelasan nasib pedagang.
"Carut-marut pengelolaan pasar induk ini telah berdampak langsung pada penurunan pendapatan para pedagang, terutama mereka yang menempati area lantai dua. Pemkab Jember harus segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan area pasar serta menjamin kejelasan nasib seluruh pedagang," ujarnya.