"Yang lain pada pakai atap, kita juga ngikutin pakai atap. Sekarang ada penertiban lagi begini, ya mau nggak mau kita ikutin, kan emang udah bukan tanah kita, maksudnya tempat pemerintah gitu," jelasnya.
Meski begitu, Siti berharap penataan segera dilakukan. Dia juga ingin bisa tetap berjualan setelah penataan rampung.
"Ya kalau ini biar ini aja sih, lebih rapi tempat jualannya, masih bisa boleh jualan, itu sih yang penting," ucapnya.
Selanjutnya Wahid Hasyim, penjual mi ayam, ikut membongkar lapaknya yang dibangun menggunakan material kayu dan asbes. Ia mengaku pasrah mengikuti kebijakan membongkar lapak tersebut karena sadar bahwa lahan itu memang bukan miliknya.
"Kalau mulai bongkar SP2 kemarin, hari Senin kemarin mulainya," kata Hasyim.
Dia mengatakan, selama pembongkaran hingga penataan ini, ada kemungkinan akan berhenti berjualan sementara. Dia berharap setelah itu bisa tetap berjualan di kawasan tersebut.