NADIKABAR.COM — Pegiat seni Heri Lentho menilai bahwa terjadi pergeseran batas dalam ekspresi seni budaya yakni sound horeg yang semula merupakan hiburan masyarakat yang wajar namun berkembang dari sisi teknologi pengeras suara hingga menjadi ekstrem.
"Saya melihat sound horeg terlebih dahulu sebagai fenomena sosial dan budaya masyarakat, bukan semata-mata persoalan teknologi pengeras suara," ujar Heri saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Menurut Heri, pada awalnya penggunaan pengeras suara dalam hajatan, karnaval, bersih desa, peringatan kemerdekaan dan berbagai perayaan masyarakat adalah sesuatu yang sangat wajar. Musik, bunyi dan suara memang selalu menjadi bagian dari ekspresi kegembiraan masyarakat.
Ia menambahkan, fenomena sound horeg kemudian berkembang yang semula menggunakan sound system biasa, justru kemudian menjadi ajang persaingan.