"Sejak pecahnya konflik pada Februari 2022, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) telah memverifikasi sedikitnya 17.257 warga sipil tewas dan 53.693 lainnya terluka di Ukraina," kata DiCarlo.
Dampak konflik terhadap warga sipil di Rusia juga meningkat secara signifikan selama setahun terakhir. Menurut dia, dari Januari hingga Agustus, otoritas Rusia melaporkan 443 warga sipil tewas dan 2.932 lainnya terluka di Rusia, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
DiCarlo mengatakan dalam hukum humaniter internasional sudah jelas bahwa serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang. Serangan-serangan tersebut tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.