NADIKABAR.COM — Tiga pekan sebelum menyambut Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto berdiri di mimbar Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Pada syukuran seabad pesantren itu, 19 September 2026, saat menyapa para hadirin, ia sampai pada giliran menyebut Duta Besar Palestina Abdalfatah Al-Sattari.

Prabowo lalu mengepalkan tangan dan meneriakkan, "Free Palestine" tiga kali. Ribuan santri menyahuti ucapan yang sama serempak. Sang duta besar bergegas ke panggung, mengalungkan keffiyeh ke pundak Presiden, lalu memeluknya.

Pekik itu gampang diingat, tetapi sukar ditakar. Sebuah seruan baru berbobot ketika ia menemukan jalan untuk diwujudkan. Bagi siapa saja yang ingin menolong Gaza, jalan itu hampir selalu melintasi satu negara, yakni Mesir.