NADIKABAR.COM — Para siswa SMA dan mahasiswa di Prancis kembali menggelar aksi protes, Kamis (8/10), saat Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengumumkan 3.000 guru pengganti akan ditempatkan di sekolah-sekolah mulai Jumat.
Geffray menyebutkan 114 sekolah menengah atas berada dalam situasi "merah" akibat kekurangan guru yang parah, sementara 400 sekolah lainnya dikategorikan "oranye" dan menghadapi tekanan kekurangan tenaga pengajar.
Geffray mengatakan kepada stasiun televisi TF1 bahwa 3.000 guru akan ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut dalam beberapa jam ke depan.
"Saya akan memberi wewenang kepada pihak distrik sekolah untuk merekrut lebih banyak tenaga pengajar daripada yang saat ini diizinkan," katanya.
Pemerintah juga telah menerima 66.000 masukan melalui platform yang diluncurkan untuk mengumpulkan tuntutan para siswa SMA, kata Geffray. Angka itu naik dari 40.000 masukan yang masuk pada Kamis pagi.