NADIKABAR.COM — Ratusan pelajar menggelar demonstrasi di dekat Pantheon, Paris, pada Selasa, meski otoritas melarang penyelenggaraan aksi di pusat kota tersebut, menurut laporan koresponden RIA Novosti.
Sekitar 200 orang berkumpul di jalan-jalan sekitar Pantheon meskipun polisi mencegah para demonstran mendekati monumen tersebut.
Pengadilan Administratif Paris pada akhir Oktober menolak gugatan mahasiswa terhadap larangan demonstrasi di pusat kota.
Para mahasiswa hanya diizinkan menggelar aksi di pinggiran ibu kota.
Demonstrasi pada Selasa berlangsung kondusif.
Petugas kepolisian dengan perlengkapan antihuru-hara lengkap berjaga di lokasi, tetapi tidak membubarkan massa.
Sekitar 10 kendaraan polisi juga disiagakan di sekitar area aksi.
Gelombang demonstrasi di Prancis bermula pada pertengahan September, ketika pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan menuntut perbaikan kondisi sekolah.
Aksi tersebut kemudian diikuti warga yang memprotes kenaikan harga dan meluas ke sejumlah wilayah lain di Prancis.
Aksi terbesar berlangsung dalam demonstrasi nasional pada 17 Oktober.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550.000 orang mengikuti unjuk rasa tersebut.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan