NADIKABAR.COM — "Rakyat Amerika (Serikat) telah memberikan suaranya untuk menentang kebijakan-kebijakan yang telah memiskinkan mereka, untuk menentang kebencian, untuk menentang seksisme, untuk menentang penyangkal perubahan iklim, dan menentang hak-hak istimewa untuk kaum elite."
Kalimat itu disampaikan oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez tak lama setelah hasil Pemilu Sela di AS pada 3 November 2026 menunjukkan Presiden Donald Trump dan Partai Republik kalah telak.
Trump dan partainya dianggap telah mengabaikan suara mayoritas rakyat yang tak sependapat dengan kebijakan-kebijakannya yang kadang rasis dan menoleransi kebohongan.
AS adalah negara yang unik karena memiliki mekanisme yang bisa dengan cepat mengoreksi kesalahan rezim sebelum periode kekuasaan rezim berakhir, lewat mekanisme Pemilu Sela.