"Ndak (para pelaku bukan tetangga), alamatnya ndak sama. Dulu memang mereka berteman lama dan di dalam sebuah geng, namun mereka mungkin bertemu lagi terus melakukan kejahatan ini," sambungnya.

Mereka juga melakukan aksinya secara acak. IRS disebut enam kali menembak korban di Jalan Laksda Adisutjipto.

"Korban ini acak, dia ndak ada masalah dengan orang itu. 6 kali tembak kalau pengakuan pelaku, yang kena 3 kali, kena punggung," ujarnya.

Polisi masih terus memburu tiga pelaku lainnya untuk mendalami motif sebenarnya. IRS sendiri mengaku melakukan aksinya karena memiliki masalah keluarga.