"Pelaku diduga duduk di samping teman-temannya dan meminta mereka untuk pulang 'karena setelah makan siang, saya akan menjalankan rencana saya'. Teman-teman pelaku tertawa karena pelaku dikenal sebagai orang yang suka melucu," kata Palencia kepada Reuters.

"Setelah makan siang, dia mulai menembaki para siswa. Dia menembak 10 siswa sebelum bunuh diri," ucapnya.

Insiden mematikan ini menyusul dua insiden penembakan mematikan di sekolah-sekolah di wilayah selatan Filipina tersebut sejak Juni lalu. Sebelum itu, penembakan di sekolah tergolong kejadian yang langka di Filipina.