"Mereka di luar. Mereka bukan anak dari Kecamatan Mariso mereka dari luar," katanya.

Mahrus menjelaskan tawuran dipicu oleh aksi saling memancing emosi antarkelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi. Kelompok tersebut disebut kerap berkumpul menggunakan kendaraan.

"Ini tim redaksi anak-anak muda yang biasanya nongkrong dan menggunakan kendaraan. Begitu ada yang terpancing terjadilah tim redaksi mereka saling melakukan penyerangan," jelasnya.