Menurut Putu, para pelajar tersebut diduga telah janjian terlebih dahulu sebelum bertemu di jalan dan melakukan aksi yang kemudian direkam hingga akhirnya viral.

"Perang konten. Jadi mereka janjian ya. Modusnya mereka janjian, kemudian mereka ketemu di jalan, dan melaksanakan kegiatan tersebut," katanya.

Meski dalam video yang beredar terlihat cukup banyak orang, polisi masih belum memastikan jumlah keseluruhan pelajar yang terlibat dalam aksi tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, aksi serupa yang terekam dalam video tersebut diklaim baru dilakukan satu kali. Namun, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya rangkaian aksi lain atau keterlibatan pihak luar.

Polisi memastikan empat pelajar yang diamankan masih berusia di bawah umur. Mereka juga diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda.

"Ya, masih. Mereka status pelajar. Yang inisial tadi yang kami sebutkan itu masih berstatus di bawah umur," ujarnya.

Saat ditanya mengenai asal sekolah keempat pelajar tersebut, Putu menyebut mereka tidak berasal dari satu instansi pendidikan yang sama.

Karena seluruhnya masih di bawah umur, penyidik akan mempertimbangkan ketentuan hukum yang berlaku, terutama mengenai penanganan perkara yang melibatkan anak sesuai regulasi yang ada.

Di sisi lain, polisi masih mendalami peran masing-masing pelajar. Keterangan yang diperoleh akan dicocokkan dengan rekaman video tawuran untuk mengetahui siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan dalam aksi tersebut.

"Peran masing-masing sesuai dengan yang ada di video ya, yang beredar di masyarakat," jelas Putu.