Menurut dia, sektor pariwisata di pantai barat Bantul saat ini mulai menunjukkan perkembangan pesat sejak adanya JJLS, Jembatan Kabanaran, dan Kelok 23 sehingga permintaan gethuk goreng miliknya juga turut meningkat.

"Pendapatan dapat meningkat lebih dari 20 persen," ujarnya.

Saat ini, ia mampu memproduksi gethuk goreng dengan menghabiskan bahan baku berupa singkong sebanyak 700 kilogram.

Selain itu, ia menilai keberadaan UMKM turut meningkatkan perekonomian sekitar dan menyerap lebih banyak tenaga kerja dari masyarakat setempat.

"Bahan bakunya sebagian kita beli dari petani di Bantul, kemudian semua pekerja juga merupakan warga Dusun Ngentak," katanya.

Saat ini, ia mempekerjakan sebanyak 17 orang dengan tugas masing-masing, mulai dari mengupas dan memotong singkong, memasak, mengolah adonan, menggoreng, hingga mengemas gethuk ke dalam besek.