NADIKABAR.COM — Sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menurun karena terdampak kemarau. Akibatnya, pelanggan mengalami debit air mengecil dan keruh.

"Semingguan ini awalnya airnya keruh, lumayan kenceng. Sadarnya ketika airnya ditampung di ember agak banyak kok agak coklat gimana," kata warga Kecamatan Pedurungan, Lia (35) saat dihubungi NadiKabar, Kamis (27/8/2026).

"Berbau kaporit. Makin ke sini cuma warna cokelat ada, dan udah nggak ada aroma kaporitnya. Dua hari terakhir debit airnya makin kecil, di rumah buat kamar mandi," imbuhnya.

Lia menyadari debit air semakin mengecil saat membuka keran di kamar mandi yang posisinya lebih rendah dibanding westafel. Saat dibuka bersamaan, air di westafelnya sangat kecil.

"Mulai dari tadi pagi ketika keran kamar mandi udah aku buka dan itu tidak sekencang yang biasanya, itu keran wastafel tidak ngalir. Kayak harus salah satu yang nyala," ujar dia.

Dia menduga kondisi tersebut berlangsung lantaran kemarau. Dia memanfaatkan air PDAM untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Untuk mencuci baju dia pakai air sumur.

Kondisi serupa juga dialami warga Kecamatan Tembalang, Yosep (33). Yosep sering menemukan air PDAM di rumahnya tidak mengalir.