Menurutnya, kemampuan dan profesionalitas tidak ditentukan oleh kondisi fisik seseorang. Oleh karena itu, keterlibatan para terapis disabilitas netra diharapkan dapat semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat kemampuan mereka secara langsung.

"Kami ingin peserta merasakan langsung bahwa teman-teman disabilitas memiliki kemampuan dan keahlian yang luar biasa. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesetaraan dan menghapus stigma bahwa disabilitas adalah keterbatasan untuk berkarya," katanya.

Para peserta pun menyambut positif layanan tersebut. Fadhillah, peserta Soekarno Run asal Madiun, mengaku senang bisa mendapatkan layanan sport massage setelah menyelesaikan lari.

"Senang sekali ada layanan sport massage seperti ini. Setelah lari, badan terutama kaki terasa pegal dan capek. Setelah mendapat pijatan, rasanya jauh lebih rileks dan membantu pemulihan. Terima kasih kepada panitia yang sudah menyediakan layanan ini," kata Fadhillah.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan terapis disabilitas netra dalam memberikan layanan kepada peserta. "Saya juga senang bisa mendapatkan layanan dari teman-teman disabilitas netra. Ternyata mereka sangat profesional dan pijatannya juga enak. Semoga kegiatan seperti ini terus ada di event-event berikutnya," ujarnya.