Meski demikian, Adyatma mengatakan para pemain tidak mempermasalahkan kondisi jaringan tersebut dan memilih tetap melanjutkan pertandingan.
Dalam pertandingan melawan Uzbekistan, Faidan sebenarnya memiliki sejumlah peluang. Berdasarkan statistik yang dilihat Adyatma, Faidan melepaskan enam tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran, sementara lawannya hanya mencatatkan sekitar tiga tembakan dengan satu tembakan tepat sasaran.
Faidan juga sempat membawa Indonesia unggul 1-0 pada babak pertama. Namun, sejumlah peluang berikutnya gagal dikonversikan menjadi gol, termasuk dua tembakan yang membentur tiang.
"Dia sudah menyiapkan skenario untuk mencari gol berikutnya. Tetapi memang ada beberapa momen dia bilang peluangnya gagal. Ada yang kena tiang sampai dua kali, terus ada beberapa momen juga di-shoot enggak masuk," kata Adyatma.
Uzbekistan kemudian mampu mencetak gol pada babak kedua. Faidan berusaha kembali menekan hingga ke area pertahanan lawan, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan sehingga pertandingan berakhir imbang.
Pada pertandingan nomor mobile, Radinka juga sempat unggul cepat 1-0 pada menit ketiga. Namun, Uzbekistan mampu membalikkan keadaan dan membuat Indonesia tertinggal 1-3 pada babak pertama.
Indonesia kemudian mencetak satu gol tambahan pada babak kedua. Akan tetapi, keterbatasan waktu pertandingan mobile yang hanya enam menit membuat upaya mengejar ketertinggalan menjadi semakin sulit, terutama ketika lawan memilih bermain bertahan.