"Dan kami juga hampir saja membalikkan keadaan lewat beberapa peluang yang tercipta," ujarnya.
Meski demikian, pelatih asal Brasil ini menyampaikan hasil 2-2 di kandang bukan sebuah hal yang diinginkan, sebab setiap orang di tim sama-sama memiliki harapan untuk mendulang tiga poin.
Pada kesempatan itu, Marcos mempertanyakan keputusan wasit VAR yang memilih tak memutuskan handball salah seorang pemain Bhayangkara FC di dalam kotak penalti menjadi tendangan "12 pas" bagi Arema FC.
Padahal kata dia, dalam posisi itu tangan pemain Bhayangkara FC sudah dalam keadaan terbuka atau aktif dan berakibat tersentuhnya bola.
"Meski begitu saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak menyerah untuk mengejar ketertinggalan dan terus menyerang," ucapnya.