Prestasi Atik Jauhari sebagai pemain bulutangkis memang tidaklah meroket. Dalam catatan kariernya, tidak banyak prestasi fenomenal. Baik itu di level nasional maupun internasional. Salah satu prestasi yang bisa disebut, di antaranya bersama Christian Hadinata, Atik menjadi juara Kejuaraan Nasional 1971 di Yogyakarta. Sedangkan prestasi internasionalnya bisa dicatat dengan menjuarai Belgia Terbuka 1973 bersama Tatat Budiman.
Tetapi sebagai pelatih, tokoh kelahiran Bandung, 14 Agustus 1949 ini layak dicatat dengan tinta emas. Setelah gantung raket, dalam usia 25 tahun sudah Atik menjadi pelatih tim nasional di pelatnas. Dia memoles pemain dari era Liem Swie King, Bobby Ertanto hingga munculnya ganda-ganda tangguh Indonesia di tahun 1990-an.
Sebagai pelatih Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Atik juga bertangan dingin. Bersama Christian Hadinata, Atik dipercaya untuk menukangi sektor ganda putra. Saat itu, di pelatnas di antaranya diperkuat Eddy Hartono, Gunawan, Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky, Imay Hendra, Bagus Setiadi, Denny Kantono, Antonius Budi Ariantho, Rudy Wijaya, Tony Gunawan, Candra Wijaya hingga Sigit Budiarto.