NADIKABAR.COM — Pelatih Komodo United, Romanus Novri, mengakui telah memukul wasit seusai timnya kalah 0-1 dalam pertandingan melawan Black Crown di di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Novri mengakui salah dan meminta maaf atas tindakannya.
Korban pemukulan Novri adalah wasit bernama Fredi. Insiden itu terjadi sesaat seusai Fredi meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan perebutan tiket semifinal Komodo United versus Black pada Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat, Jumat (4/9/2026) sore.
Novri menolak untuk menjelaskan pemicu dirinya memukul wasit. Dia hanya menjelaskan bahwa aksinya memukul wasit merupakan tindakan yang salah dan merusak citra sepak bola.
"Bagaimana pun juga tindakan yang saya lakukan tidak benar dan merusak citra sepakbola. Terkait hal ini, dari lubuk hati terdalam saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada korban, keluarga, komite wasit maupun seluruh unsur terkait," ujar Novri, Minggu (6/9/2026).
Novri mengakui wasit yang dipukul itu adalah kawannya sendiri. Ia berharap Fredi menerima permintaan maafnya.
"Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada korban yang juga bukan orang lain adalah teman saya sendiri. Semoga dengan segala kekhilafan dan kesalahan saya dibukakan pintu maaf," ujar Novri.