Ancelotti juga menyoroti kesalahan yang terus muncul pada momen-momen penting. Menurutnya Lille kembali gagal mengantisipasi situasi krusial, termasuk ketika menghadapi bola mati, seperti yang terjadi saat laga pertama melawan Real Betis.

"Kami kebobolan pada momen-momen yang sangat sulit, di awal pertandingan, akhir babak pertama, dan awal babak kedua. Ini bukan pertama kalinya. Kami harus memperbaikinya dengan cepat agar hal ini tidak menjadi kebiasaan," kata pelatih asal Italia itu.

Ancelotti menegaskan masalah Lille bukan karena level Liga Champions terlalu tinggi, namun kesalahan kecil yang dilakukan timnya bisa berakibat fatal ketika menghadapi lawan dengan kualitas individu dan tim seperti Galatasaray.

"Bukan berarti levelnya terlalu tinggi. Namun, di kompetisi ini, dengan pemain-pemain yang ada dan kesalahan yang kami lakukan, kami harus membayarnya dengan sangat mahal," ucap putra pelatih kenamaan Carlo Ancelotti itu.