NADIKABAR.COM β Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai gol penyama kedudukan Garudayaksa FC terjadi karena timnya kurang agresif mengantisipasi skema bola mati saat kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.
βKami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap sejajar, padahal kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif,β kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, Garudayaksa kemudian memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol penyama kedudukan.
Di sisi lain, ia menilai Persebaya sebenarnya memiliki peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan karena mencatat lebih banyak percobaan gol dan tendangan sudut.
βMenurut saya hari ini kami menciptakan cukup peluang untuk meraih tiga poin, tetapi sayangnya gagal,β ucapnya.