Bahkan, kata dia, Persijap memiliki dua hingga tiga peluang untuk mencetak gol, tetapi gagal dimemaksimalkan.

Pada babak kedua timnya mempertahankan pendekatan permainan yang sama hingga berhasil mencetak gol lebih dahulu dan berusaha memperkuat organisasi pertahanan untuk menjaga keunggulan.

Namun, Persijap kebobolan pada lima menit terakhir setelah Persebaya menyamakan kedudukan dari bola mati.

"Kami sudah mengetahui Persebaya sangat kuat dalam situasi bola mati dan sudah melatih antisipasinya. Namun, kami tetap kebobolan dan ini menjadi pelajaran bagi tim," ucapnya.