Kahudi lebih lanjut menyebutkan, gol cepat tuan rumah pada menit ke-7 oleh Phillerson membuat mental anak anak asuhnya down dan seolah kehilangan rasa percaya diri.

"Konsentrasi anak anak langsung buyar ketika gol cepat lawan ke gawang kami. Percaya diri runtuh ditambah lagi beberapa pemain cedera hingga skema disiapkan tak berjalan dengan baik," katanya.

Di babak ke dua, lanjut dia, anak-anak asuhnya mencoba bermain dengan lebih rapi demi mengejar ketertinggalan. Namun upaya itu tak juga membuahkan hasil.

"Ini jadi pelajaran bagi kami.Banyak pemain seperti stres.Saya sampai pusing menyusun skema permainan untuk mengimbangi lawan, tapi tak juga berhasil. Faktor mental sangat berpengaruh dan ini di luar ekspektasi kami," katanya.