NADIKABAR.COM — Pelatih tim nasional padel Indonesia Ariant Moya Rotger menyebut keberhasilan tim putri Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pencapaian luar biasa yang berada di luar ekspektasi.
Pasangan Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati meraih medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu dalam debut cabang olahraga padel di Asian Games.
"Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," kata Ariant di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.
Menurut dia, keberhasilan menempatkan dua pasangan Indonesia di antara tiga tim terbaik yang menempati podium pada cabang olahraga padel Asian Games menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.
Ariant mengatakan persiapan mental menjadi salah satu hal yang dilakukan sebelum para pemain menghadapi pertandingan final.
Ia mengakui atmosfer yang tercipta pada pertandingan semifinal sangat luar biasa, terutama dukungan dari tuan rumah Jepang, namun situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia.
"Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," kata dia.