Lee kemudian menyoroti penampilan anak-anak asuhnya di babak pertama, yang menurutnya tampil tidak percaya diri. Kurangnya kepercayaan diri ini membuat Singapura digempur habis-habisan oleh Indonesia, serta kesulitan mengembangkan permainan sendiri.

"Sayangnya, seperti yang sudah kami bicarakan sebelumnya di ruang ganti, kami tidak cukup percaya kepada diri sendiri sejak awal pertandingan, terutama pada babak pertama," ucap dia.

Singapura lalu bermain lebih baik di babak kedua setelah ia melakukan penyesuaian saat jeda babak. Ia pun cukup puas melihat permainan timnya pada paruh kedua karena bermain berani, bahkan setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-70 karena Safuwan Baharudin mendapatkan kartu merah.