NADIKABAR.COM — Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membuka peluang usaha baru bagi generasi muda melalui pelatihan pertanian hidroponik berbasis urban farming atau pertanian perkotaan.

Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Kamis, mengatakan pelatihan hidroponik merupakan salah satu upaya meningkatkan keterampilan generasi muda agar mampu memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Pelatihan yang diikuti 16 peserta tersebut memberikan keterampilan praktis dalam budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, sekaligus menjadi alternatif usaha produktif di tengah keterbatasan lahan pertanian.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mulai dari pemahaman dasar hidroponik, praktik pembuatan instalasi, pengelolaan nutrisi tanaman, perawatan, hingga proses panen.

Menurut dia, metode hidroponik memungkinkan masyarakat mengembangkan kegiatan budidaya tanaman meskipun memiliki lahan terbatas, termasuk dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Ia menyampaikan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencetak tenaga kerja kompeten sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru di bidang agribisnis.

"Ini pastinya ikhtiar kita untuk menambah keahlian anak-anak kita melalui dana bagi hasil cukai tembakau. Harapannya, setelah ini mereka bisa mandiri, bisa membuka usaha, serta menambah pendapatan mereka dan pastinya ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Temanggung," katanya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Ia menilai pengembangan pertanian hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi produktif yang tidak selalu bergantung pada ketersediaan lahan pertanian yang luas.

Seorang peserta pelatihan Muhammad Zainuri, mengatakan budidaya hidroponik memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam hal efisiensi penggunaan lahan dan pengelolaan pupuk.

Menurut dia keterampilan yang diperoleh selama pelatihan memberikan pengetahuan baru mengenai teknik budidaya yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai komoditas tanaman yang berpotensi dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik.