Kolaborasi tersebut menjadi salah satu landasan bagi kedua pihak untuk menjajaki peluang pengembangan layanan dan konektivitas perdagangan. Hubungan itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Agustus 2026 sebagai dasar penjajakan kemitraan yang lebih luas.

Melalui MoU terbaru ini, Pelindo dan Port of Los Angeles akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam pengembangan bisnis kepelabuhanan dan logistik, peningkatan konektivitas dan layanan pelayaran, fasilitasi perdagangan, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan dan ekosistem pendukungnya.

"Kerja sama ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam tata kelola kepelabuhanan, optimalisasi rantai pasok melalui digitalisasi, pengembangan green port, serta riset dan inovasi," ujarnya.

Selain membuka peluang bisnis, kerja sama itu juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing layanan kepelabuhanan melalui pertukaran pengalaman serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan adalah transformasi digital, termasuk penjajakan pertukaran pengetahuan terkait Port Optimizer yang digunakan Port of Los Angeles dan ADHARA, platform yang baru diluncurkan Pelindo untuk menghubungkan ekosistem maritim dan logistik.

Penjajakan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran bersama dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang semakin terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Kedua pihak juga berpeluang memperluas kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan keunggulan operasional, serta penerapan praktik kepelabuhanan yang ramah lingkungan.