Layanan tersebut dikembangkan melalui empat solusi digital yang saling terhubung, yakni AdhaOrder, AdhaTrack, AdhaAccess, dan AdhaStore. Dalam operasionalnya, Pelindo menugaskan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) sebagai operator platform ADHARA.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal mengatakan keterpaduan dan keberlanjutan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung sistem logistik nasional. Ia berharap platform ADHARA mampu menyelesaikan berbagai persoalan sektor logistik.

"Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi, dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya, dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik," ungkap Risal.

Direktur Utama ILCS Natal Iman Ginting menyatakan bahwa platform ADHARA dikembangkan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, netralitas, dan keamanan sistem. Pendekatan berbasis teknologi ini diterapkan untuk mendorong kolaborasi dalam ekosistem maritim dan logistik nasional.

"ADHARA adalah platform yang open, terbuka bagi seluruh ekosistem; neutral, tidak mengutamakan pihak tertentu; secure, dengan keamanan data yang terjaga; dan yang lebih penting, smart," ujar Natal.