NADIKABAR.COM β Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalimantan Barat selain meningkatkan fasilitas di dalam kawasan pelabuhan juga mendorong penyelesaian proyek relokasi jalan nasional di Mempawah yang ditargetkan tuntas di akhir 2026.
βRencana relokasi jalan nasional saat ini sedang menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan. Harapannya, pada akhir 2027 atau awal 2028, relokasi jalan nasional ini sudah bisa diselesaikan secara penuh,β ujar General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi di Pontianak, Kamis.
Jalan yang direlokasi 5,6 KM tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan logistik, meningkatkan kelancaran operasional pelabuhan, serta mendukung konektivitas transportasi darat di kawasan Mempawah.
"Jalan sebelumnya melintasi kawasan Pelabuhan Kijing. Dengan direlokasi dapat memperlancar arus kendaraan,"papar dia.
Secara umum menurut dia, pengembangan Pelabuhan Kijing juga didukung sinergi dengan sejumlah mitra strategis baik PMDN maupun PMA di antaranya seperti PT Pacific Bio Industry, PT Khatulistiwa Cakrawala (Apical Group), PT Energi Unggul Persada, dan PT Riya Pacific Nabati, yang seluruhnya bergerak di bidang pengolahan produk kelapa sawit (CPO) dan turunannya.
Selain itu, Pelindo juga terus berkolaborasi dengan Mind ID Group dalam rangka mendukung kelancaran program hilirisasi alumina yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah di bidang percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan, meningkatkan aktivitas logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat," kata dia.
Dengan peningkatan arus barang, kesiapan fasilitas bongkar muat, dan pengembangan infrastruktur pendukung, Pelindo optimistis Pelabuhan Kijing akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul logistik strategis di Kalimantan Barat.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, tetapi juga mendorong kelancaran distribusi barang, memperkuat konektivitas antardaerah, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.