"Latihan penanganan kebakaran menjadi momentum krusial untuk melatih komunikasi dan respons cepat semua pihak, sebab keselamatan pelayaran dan budaya keselamatan adalah harga diri kita bersama," katanya.
Simulasi ini turut melibatkan Basarnas, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), TNI Angkatan Laut, DLU, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor maritim lainnya.
Kesiapan lintas instansi dan dukungan armada, kata Elvin, diharapkan dapat mempercepat penanganan keadaan darurat, sekaligus menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran transportasi laut selama peningkatan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru.