Alat pemadam api yang dibuat Aryanto terdiri dari dua model. Model pertama berbentuk tabung dan yang kedua berbentuk bulat seperti bola.
Aryanto menceritakan alat pemadam api dari kulit singkongnya pertama kali dibuat sekitar tahun 2003. Ia terdorong menciptakan alat pemadam api ringan setelah menyaksikan kebakaran di pemukiman padat penduduk di Jakarta.
Ia menggunakan kulit singkong karena ingin menciptakan alat pemadam kebakaran yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan.
"Kalau kita punya alat pemadam api ringan, minimal sebelum api membesar bisa kita tanggulangi. Tapi kebanyakan APAR itu rata-rata dari (gas) galon. Halon itu zat kimia yang berbahaya. Dari situlah saya mulai berfikir untuk membuat APAR berbahan organik," terang Aryanto,
Sebelum menciptakan APAR dari kulit singkong, Aryanto belum sepenuhnya mengetahui bahwa potassium sitrat yang terkandung dalam kulit singkong amat efektif untuk memadamkan api. Inspirasi membuat alat ini justru ia dapat ketika sedang melakukan penelitian untuk produk antikarat rantai kendaraan.
Saat meneliti untuk pembuatan produk tahan karat rantai motor, Aryanto menemukan satu bahan yang salah dan langsung membuang bahan tersebut ke tempat sampah. Ternyata api di tempat pembakaran tersebut langsung padam. Dari sanalah ia sadar potassium sitrat mampu memadamkan api.
Ia mengatakan, potassium sitrat biasanya terdapat di umbi-umbian dan yang paling bagus adalah dari kulit singkong.