NADIKABAR.COM — Pemain padel asal Amerika Serikat Elif Hosek menilai ekosistem olahraga padel di Jakarta berkembang pesat, didukung meningkatnya kualitas pemain, pelatih, perangkat pertandingan, serta penyelenggaraan turnamen.

"Secara khusus saya berbicara untuk perkembangan di Kota Jakarta," kata Hosek di sela mengikuti turnamen SVA Senayan Padel Club di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, perkembangan padel di Jakarta hampir menyamai sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat, serta Jepang, Thailand, dan Korea Selatan di kawasan Asia.

Hosek mengatakan Jakarta memiliki banyak pemain berbakat yang didukung pelatih dan wasit dengan antusiasme tinggi terhadap olahraga tersebut.

Ia menilai semakin terbukanya kesempatan bagi pemain luar negeri untuk berlatih dan bertanding di Jakarta menunjukkan perkembangan ekosistem padel di Indonesia.

Pemain keturunan Turki-Amerika Serikat yang baru pertama kali mengikuti turnamen di Jakarta itu juga mengapresiasi penyelenggaraan pertandingan, mulai dari penyampaian informasi hingga pendaftaran peserta.

Selain itu, ia menilai dukungan sponsor, kehadiran penonton, serta ketersediaan fasilitas pertandingan dalam ruang turut menunjang perkembangan olahraga padel.

Sementara itu, pemain padel asal Jakarta Abu Rachman mengatakan turnamen antarkomunitas memberikan kesempatan kepada pemain amatir untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menguji hasil latihan.

Abu mengatakan keberhasilan pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu cabang olahraga padel pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, turut memotivasi pemain komunitas untuk lebih aktif berlatih dan mengikuti turnamen.

Ia berharap penyelenggaraan turnamen padel ke depan didukung sistem kategori dan pendataan kemampuan pemain yang lebih terstruktur di tingkat nasional.

Menurut dia, basis data pemain dapat membantu penyelenggara menentukan kategori pertandingan secara lebih adil dan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta.

Pasangan pemain padel asal Jakarta Abu Rachman (kiri) dan Ghea Dilla Presty menjawab pertanyaan wartawan di SVA Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Donny Aditra

Dengan pengelompokan yang tepat, pemain diharapkan dapat mengikuti kompetisi secara lebih kompetitif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Abu juga mengapresiasi lokasi SVA Senayan yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) karena memudahkan pemain dari berbagai wilayah Jakarta untuk berkumpul.

Rekan setim Abu, Ghea Dilla Presty, mengatakan turnamen padel juga menjadi sarana mempertemukan komunitas dan mendorong pemain untuk rutin berlatih.

Menurut dia, kegiatan yang memadukan pertandingan dan interaksi antarpemain dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

"Saya baru mengikuti turnamen yang paling bagus ya di sini, yang diselenggarakan SVA Senayan," ujar Ghea.

Berdasarkan data panitia, turnamen SVA Senayan Padel Club diikuti 32 pasangan atau 64 pemain yang bertanding dalam kategori ganda campuran (mixed doubles) tingkat pemula lanjutan (upper beginner).

Pertandingan berlangsung dari babak penyisihan hingga final dengan total hadiah Rp20 juta.

Penyelenggara juga mengadakan kegiatan komunitas setelah pertandingan untuk mempererat hubungan antarpemain dan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga padel.