Laos kabarnya sempat mengadukan aroma pengaturan skor ini kepada pihak berwenang pada 7 Agustus lalu, atau usai turnamen berlangsung. Luenthala disebut memberi instruksi kepada rekan lainnya dan menjadi perantara mereka yang terlibat.
Meski begitu, Guardian menyebut penangkapan Soukphachan Lueanthala ini belum dikonfirmasi oleh Federasi Sepakbola Laos (LFF). Begitu juga AFC, yang disebut belum memberi komentar.
Match fixing ini kabarnya muncul dengan dugaan latar belakang yang sama pada kasus 2020, saat kiper Laos Thipphonexay Inthavongsa dihukum larangan main seumur hidup karena mengatur pertandingan melawan Hong Kong pada 2017.