"Kami selalu menegaskan bahwa kontribusi Nepal terhadap emisi gas rumah kaca kurang dari atau hanya sekitar 0,01 persen, namun kami, rakyat Nepal, merupakan salah satu pihak yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan dampaknya. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat global untuk turut bersatu dalam melestarikan ekosistem Himalaya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Iklim PBB, Simon Stiell, menyatakan bahwa runtuhnya gletser secara tiba-tiba dan banjir bandang ini merupakan pengingat yang menyakitkan tentang betapa rapuhnya lingkungan pegunungan ini.

"Kita juga tahu bahwa pemanasan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia membakar batu bara, minyak, dan gas dalam jumlah sangat besar membuat tragedi seperti ini, serta banyak kejadian serupa di seluruh dunia, menjadi jauh lebih mungkin terjadi, lebih sering, dan lebih parah, dengan masyarakat rentan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak," tambahnya.

Mencairnya gletser dan lapisan tanah beku abadi (permafrost) juga dapat menyebabkan ketidakstabilan lereng gunung, sehingga meningkatkan risiko tanah longsor dan bahaya lainnya.