NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai langkah adaptasi berbasis informasi iklim presisi terbukti efektif mencegah risiko gagal panen komoditas pangan pada lahan tadah hujan di berbagai daerah sentra produksi akibat tekanan El Nino.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa fenomena El Nino dan musim kemarau panjang tahun ini secara umum memberi tekanan pada hampir seluruh wilayah pertanian di Indonesia.
"Dampak El Nino dan kemarau melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, khususnya kawasan pertanian tadah hujan. Namun melalui integrasi informasi iklim, langkah mitigasi di lapangan dapat berjalan efektif," kata dia.
Meski demikian, Ardhasena memaparkan bahwa sinergi adaptasi yang dikordinasikan oleh Kementerian Pertanian melalui serangkaian strategi intensifikasi, ekstensifikasi, program pompanisasi, hingga penyesuaian pola tanam berhasil menekan potensi kerugian secara signifikan.