Menurut dia, keterbatasan fasilitas dan waktu selama menumpang di sekolah lain turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program pendidikan. Selain itu, penggunaan ruangan secara bersama-sama juga membuat sekolah harus menyesuaikan jadwal kegiatan.
"Jadi, yang dulu itu kami hanya punya ruangan kelas itu sembilan, sedangkan rombongan belajar kami itu ada 12. Ya, dari situ aja udah kurang. Kemudian, tidak ada ruangan perpustakaan khusus, ya," ujar Chadijah.
Kini, sekolah tersebut memiliki 18 ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang pramuka, ruang UKS, ruang guru, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Gedung baru tersebut juga dilengkapi dengan lift yang diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus, guru yang sedang sakit, serta siswa yang kurang sehat dengan pendampingan guru.