"Artinya rumahnya rusak dibantu bahan bangunan, misalnya satu bangunan yang dibutuhkan 30 lembar seng atau 30 kayu, yang dibantu cuman 10, masyarakat yang kena musibah harus beli lagi, ngerjainnya juga butuh biaya, di sini rata-rata ekonominya lemah," jelasnya.

Sehingga Bobby menyebutkan Jika Pemprov Sumut bakal membangun semua rumah yang rusak. Sementara rumah yang hancur, bakal dibangun ulang.

"Jadi saya minta dari provinsi saja yang menanganinya, kita bantu semuanya kita bangun semua. Yang hancur kita bangun baru nanti bebas pilih modelnya, yang atapnya hilang nanti kita bangun lagi," sebutnya.

Bobby berseloroh ke Zaki agar bantuan yang diberikan Pemkot Medan dijual kembali. Hal ini dinilai menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam memberikan bantuan.

"Minta tolong nanti Pak Wakil seng yang sudah ada boleh dijual lagi aja, artinya kalau ngasih bantuan yang komplit lah, tidak nyusahin," tuturnya.

Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat sebanyak 170 unit rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Medan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Medan pada Kamis (20/8/2026), sebanyak 147 rumah rusak ringan, 19 rusak sedang, dan enam rusak berat.