Setiap hari, secara bergantian akan ada pertunjukan dari tiap kabupaten/kota dan ditutup dengan pertunjukan penutupan pada 19 September 2026. Selain itu ada pasar rakyat, juga instalasi seni di area lapangan Beran. Acara ini terbuka dan gratis.

"Pameran seni terapan ini tidak berdiri sendiri, kita coba menyatukan dengan pasarnya. Pasarnya ini juga menjadi bagian masyarakat untuk tidak hanya bisa membeli dan kemudian mendapatkan barang, tetapi mengetahui cerita di baliknya," jelas Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi.

"Prinsipnya adalah FKY itu sekarang masyarakat tidak menjadi penonton, tapi menjadi subjek pelaku. Jadi yang kita saksikan di pameran ini adalah aktivitas keseharian warga yang sebenarnya berbasis pada budaya dan kearifan lokal yang hanya kita kuatkan," pungkasnya.