Bodia menuturkan kerangka korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Orang tua Mozza juga datang dan mengamini bahwa ciri-ciri kerangka itu adalah anaknya yang sempat hilang.
"Di situ kita evakuasi, kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Lalu dari orang tua orang hilang itu merapat ke Bhayangkara. Memang secara fisik ketika diidentifikasi oleh orang tua itu menunjukkan bahwa memang iya itu Mozza," ucap Bodia.
"Karena dengan adanya tambal gigi, bagian tambalannya, posisi tambalan, lalu ada posisi gingsul, dan juga jepit rambut yang dimaksud," sambungnya.
Kendati demikian, polisi masih berupaya memastikan temuan itu adalah Mozza melalui pendekatan saintifik. Sampel DNA orang tua Mozza tengah diambil sebagai pembanding dengan kerangka yang ditemukan.
"Karena sudah dalam bentuk kerangka, kami laksanakan rekonstruksi kerangka oleh dokter forensik untuk menentukan bekas-bekas luka ataupun eh penyebab kematian," kata Bodia.
"Itu masih kami laksanakan dan belum keluar hasilnya dan juga walaupun sudah diidentifikasi secara fisik, kami tetap penuh kehati-hatian dengan meminta sampel DNA dari pembanding yaitu orang tua terhadap kerangka yang ditemukan," tambahnya.