Sriniti mengungkapkan sepeda motor korban terjual di Banyumanik, Kota Semarang. Pembeli pun sudah terlacak dan dijadikan saksi.
"(Dijual) Di wilayah Banyumanik. Sudah ada teridentifikasi sih. Untuk orang-orang yang dijual pertama juga sudah ada identitas, sudah kita jadiin saksi juga," ungkap Sriniti.
Untuk mempersulit pelacakan, ponsel serta KTP korban juga dibuang di wilayah Kota Semarang. Barang-barang ini pun sudah didapatkan Polres Semarang.
"Membuang handphone korban di wilayah Kota Lama. KTP-nya juga dibuang di wilayah Dokter Cipto. Itu semua sudah didapat sama (Polres) Semarang," jelas Sriniti.
Setelah pembunuhan itu terjadi, pelaku pun pergi dari kos tersebut. Ia sempat ke tempat seorang temannya sebelum kembali ke Blora.