Bantuan sebesar Rp 50 juta disalurkan kepada Paroki Gako di Kabupaten Nagekeo dan Rp50 juta kepada Paroki Ropa di Kabupaten Ende untuk membantu pemulihan rumah ibadah yang terdampak gempa.
Sementara untuk bantuan tunai, dukungan antara lain diberikan oleh Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan para anggotanya sebesar Rp 1,2 miliar, GAPMMI sebesar Rp 100 juta, Sinar Mas sebesar Rp 100 juta, P3JI sebesar Rp50 juta, ASKINDO sebesar Rp 30 juta, KSO Sucofindo-Surveyor Indonesia sebesar Rp 10 juta, serta pegawai Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Kemudian dalam bentuk barang, dukungan diterima dari Cargill Indonesia sebesar Rp565 juta, ID FOOD sebesar Rp100 juta, Heinz ABC Indonesia sebesar Rp20 juta, Frisian Flag Indonesia sebesar Rp16 juta, dan Mayora sebesar Rp9 juta, dengan total nilai bantuan barang sekitar Rp710 juta.
Kemenko Pangan juga memperoleh dukungan dari PT Pos Indonesia dalam mendukung rangkaian distribusi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Dukungan sejumlah mitra tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan pegawai Kemenko Pangan dalam membantu masyarakat NTT.
Sebelumnya, sekitar Rp 565 juta yang merupakan bantuan Cargill Indonesia telah lebih dahulu disalurkan pada minggu kedua September 2026 di Kabupaten Ende, Sikka, dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut menjangkau 1.908 keluarga di sembilan desa dalam bentuk paket kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar.
"Kami di Kemenko Pangan terpanggil untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui Sahabat Pangan Peduli NTT, kami mengajak dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan seluruh keluarga besar Kemenko Pangan untuk bergotong royong membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan pulih," pungkas Bara.