NADIKABAR.COM — Penguatan asupan gizi anak terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kemendikdasmen menggandeng SEAMEO RECFON dalam membuat studi soal pemenuhan gizi anak.

Direktur SEAMEO RECFON, Prof Dr dr Rini Sekartini, SpA, SubspTKPS menyampaikan bahwa pemenuhan gizi anak harus mempertimbangkan kebutuhan gizi khusus dan konteks pangan di wilayah tersebut. Ia menekankan penggunaan pangan penting untuk menghindari keracunan.

"Hasil penelitian menunjukkan pemenuhan gizi anak perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi dan konteks pangan lokal," katanya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Rabu (9/9/2026).

Lewat pendekatan linear programming menggunakan WHO Optifood, pihaknya mengidentifikasi kesenjangan mikronutrien. Utamanya kekurangan zat folat, kalsium, zat besi, hingga vitamin A dan C.

Kesenjangan tersebut terjadi pada anak usia SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, makanan anak perlu dirancang sesuai kebutuhan gizi dan karakteristik pangan di daerahnya.