NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Waka Bekraf) Irene Umar mengatakan potensi industri komik di Indonesia dapat diakselerasi dengan pemetaan ekosistem komik yang terukur sebagai aset ekonomi bernilai tinggi berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP).
Menurut Irene, potensi komik tidak hanya sekadar hiburan visual, namun distribusi IP komik sangat potensial untuk dikembangkan mulai dari linimasa produk fisik, mainan koleksi, hingga adaptasi lintas media seperti animasi dan gim.
"Industri komik ini besar sekali potensinya. Kita tidak bisa hanya melihat komik dari sisi cetak dan digital. Kekayaan intelektualnya bisa dikembangkan menjadi berbagai bentuk produk dengan lapisan monetisasi yang berbeda. Karena itu, kita juga perlu mengubah persepsi masyarakat terhadap komik dan melihat potensi industrinya secara lebih menyeluruh,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Diskusi yang dilakukan bersama pelaku ekosistem komik nasional dalam sesi The Ultimate Indonesian Comic Debate by Malaka Books pada rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 ini, membahas persoalan ekosistem komik nasional yang memerlukan perhatian lebih seperti distribusi hingga kesenjangan regulasi.